Viral Masudin Nekat Hirup Covid dan Meninggal

Viral Masudin Nekat Hirup Covid dan Meninggal

Henrire.com Bertemu lagi dengan mimin The Only One disini, kali ini mimin akan mengulas tentang sebuah pembahasan yaitu Viral Masudin Nekat Hirup Covid dan Meninggal yang baru-baru ini terjadi di Jombang dan menimbulkan perbincangan di publik dan media sosial.

Sebuah video diduga seorang pakar terapi saraf menghirup napas pasien Covid-19 viral di media sosial. Belakangan beredar kabar pria berpeci yang mengenakan batik biru bernama Masudin tersebut meninggal dunia.

Dalam video yang beredar luas di media sosial terlihat sosok Masudin yang mengenakan peci terlihat meminta pasien yang terbaring lantaran sakit Covid-19 untuk menghembuskan napas. Kemudian meminta seorang rekannya menghirupnya. Tak hanya itu, ia pun juga turut menghirup udara yang dihembuskan pasien tersebut.

Read :  Link Andai Saja Waktu Itu Aku Gak Masuk Ke Masjid Viral Tiktok

Berikut ulasan selengkapnya, simak pembahasan di bawah ini sampai selesai.

Viral Masudin Nekat Hirup Covid dan Meninggal Dunia

Viral Masudin Nekat Hirup Covid dan Meninggal

Dah sembuh, minum dulu besok bisa langsung jalan-jalan,” ucap Masudin sayup-sayup kepada pasien Covid-19 yang tengah terbaring tersebut. Seorang Influencer dan dokter yang bertugas di Makassar, Bambang Budiono yang membagikan video tersebut memberikan komentarnya.

Takabur dan kesombongan akan membawa petaka ….tanpa pandang bulu..dari rakyat jelata hingga orang ternama Para COVIDIOT adalah sahabat terbaik virus korona, karena ia akan menjadi tempat berkembang biak dan penebar virus kemana mana, sebelum ia tertimbun tanah di liang kubur.

Baca Juga : Exolyt Tiktok Cari Tahu Penghasilan TikTok Anda

Read :  Heboh! Susu Beruang Viral Di Media Sosial

Hal hal seperti ini yang menyebabkan negeri +62 telah meraih peringkat pertama kasus baru di Dunia, menjadi episentrum Asia… bahkan bisa menjadi episentrum COVID-19 Dunia yang akan terisolir dari seluruh negara di Dunia. Menyedihkan,” tulisnya.

Masudin Meninggal Dunia

Selain mengunggah video menghirup napas pasien Covid-19, selanjutnya Bambang Budiono juga menjelaskan bahwa pria dalam video tersebut yakni Masudin telah meninggal. Pakar terapi saraf telinga yang dikenal dengan panggilan Mr Masudin yang videonya beredar itu, meninggal dunia pada Selasa 13 Juli 2021 dini hari.

Viral Masudin Nekat Hirup Covid dan Meninggal

Sejak satu minggu terakhir, ahli pijat spesialis tuna rungu berumur 47 itu tahun sempat mengeluhkan sakit lambung dan demam sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumahnya di Dusun Ketanen Desa Banyuarang Kecamatan Ngoro, dini hari tadi.

Salah satu rekan Masudin, Rony, yang juga salah satu jurnalis mengaku sangat kehilangan. Rony mengaku terakhir bertemu dengan Masudin satu minggu yang lalu. Saat ini dia sempat melihat sang terapis ini sakit dan terbaring di rumahnya.

Waktu itu beliau sakit, saya mau bertamu akhirnya pulang, biar istirahat dulu. Itu terakhir kali saya bertemu, setelah itu saya terima kabar duka Mr Masudin meninggal, antara kaget dan tidak percaya,” ungkapnya, Selasa (13/7/2021) lalu.

Hal senada diungkapkan oleh salah satu pengusaha asal Kecamatan Perak, Juliono. Pria yang akrab disapa Haji Juli ini mengaku sangat kehilangan sosok Masudin, pria yang banyak memiliki kelebihan dan jiwa sosial yang tinggi.

Baca Juga : 5 Cara Investasi Saham Online Menggunakan Ponsel

Kata dia, sejauh ini, apa yang dikerjakan Masudin tidak lepas dari kegiatan sosial. Mulai dari membangun Masjid, jalan dan membangun ratusan rumah orang kurang beruntung.

Dia orangnya sangat baik, suka menolong, membangun Masjid, hasil kerjanya tidak dipakai dirinya sendiri, melainkan sebagian buat membantu orang yang membuahkan, membangun jalan, bedah rumah, banyak sekali yang dia lakukan, kami turut berduka dan sangat kehilangan,” ujarnya.

Peraih Rekor Terapi Tercepat

Semasa hidupnya, Masudin dikenal sebagai sosok terapis yang ahli mengobati pasien tuna rungu, baik bawaan dari lahir maupun karena sebab lain. Namanya makin melejit saat tahun 2012 silam. Saat itu Masudin pertama kali menerima penghargaan dan memecahkan rekor MURI sebagai seorang terapi tercepat.

Selain MURI, ia juga mendapat penghargaan kategori terapi tercepat dari Centurion World Record, penghargaan kelas dunia dari Amerika Serikat. Sejak saat itu, sejumlah pasien dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri mulai datang. Terapi syaraf telinga Masudin dikenal dengan terapi kelas ‘sultan’.

Namun, tidak demikian sebenarnya. Sebab, semasa hidupnya, mendiang tidak selalu memasang tarif yang sama untuk para pasien. Kadang pasien dengan tingkat ekonomi menengah ke atas, dirinya mematok tarif yang mahal. Namun sebaliknya, tak jarang pasien yang kurang mampu malah digratiskan.

Baca Juga : Viral Dayana Nyanyi Lagu bahasa Indonesia Terbaru

Bahkan, sebagian besar penghasilanya itupun selalu dia gunakan untuk kegiatan sosial.

Penutup

Demikian pembahasan mengenai judul di atas, semoga ulasan ini dapat bermanfaat dan semoga kita bisa bertemu kembali dalam pembahasan yang lain.
Sekian dari mimin, terimakasih banyak sudah berkunjung.

You May Also Like

About the Author: Om Hayung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *